Jawaban Jokowi Saat Dituding Jual Negara Ke Pihak Asing - Anti Isu

Breaking

Friday, August 24, 2018

Jawaban Jokowi Saat Dituding Jual Negara Ke Pihak Asing



Meski pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan pada tahun depan, pihak oposisi terus menyerang pemerintahan dengan berbagai isu terutama keberpihakan Presiden Jokowi terhadap pihak asing. Jokowi dituduh selalu meminta investasi dari pihak asing untuk masuk ke dalam negeri.
Sebelumnya, Jokowi menghadiri sejulah forum internasional yakni KTT APEK, KTT ASEAN, dan G-20. Di forum tersebut Jokowi dengan lugas mempromosikan Indonesia dan mengundang pihak luar untuk menanamkan investasi dalam negeri. Cara yang dilakukan Jokowi itu dikritik sebagian kalangan dianggap telah menjual negara sendiri ke tangan asing.
Menanggapi makin santernya itu tersebut, di hadapan para peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LI dan LII Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Presiden Jokowi menjawab kritik tersebut.
Negara Tiongkok dulu dikenal komunis dan sangat tertutup dengan negara lain. Melalui kebijakan pemerintah saat itu, Tiongkok membuka lebar keran investasi. Hasilnya, Tiongkok mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yakni 11-12 persen.
"Saya bertanya saat ketemu dengan wakil PKC, Partai Komunis China. Pada saat mereka membuka negaranya besar-besaran untuk investasi asing, apakah mereka tidak takut penguasaan ekonomi dikuasai pihak asing? Ini masalah ideologi loh," kata Jokowi
"Jawabannya saat itu, tidak sama sekali tebersit di otak mereka (Partai Komunis China) bahwa investasi menguasai perekonomiannya karena barang-barangnya ada di negara mereka," ucap Jokowi mengutip jawaban perwakilan dari PKC.
Jokowi mengatakan bahwa ia diberikan contoh mengenai pembangunan jalan dan pembangunan pelabuhan yang tidak akan mungkin dibawa lari setelah selesai dibangun. Oleh karena itu, Jokowi memastikan bahwa investasi pihak asing di sektor infrastruktur akan selalu positif bagi kemajuan negara.
"Pola pikir seperti itu yang harus saya berikan sebagai pengertian. Ini masalah luar biasa, investasi masuk semua ke mereka, dan dalam waktu singkat semua bisa dikerjasamakan," imbuh Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebutkan strategi Tiongkok dalam memadukan investasi dengan badan usaha milik negara (BUMN). "Jadi, sekarang soal masalah cara pikirnya itu," kata Jokowi.

No comments:

Post a Comment

Pages