Kementrian PUPR Dorong Ekspor Jasa Konstruktsi Indonesia - Anti Isu

Breaking

Friday, August 31, 2018

Kementrian PUPR Dorong Ekspor Jasa Konstruktsi Indonesia



Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku pembina jasa konstruksi nasional mendorong peningkatan ekspor Indonesia melalui ekspor jasa konstruksi.

Saat ini, industri jasa konstruksi Indonesia yang dimotori BUMN Karya terus mengembangkan pasar ke luar negeri. Kemampuan perusahaan konstruksi nasional dalam mengerjakan proyek infrastruktur telah mendapat pengakuan dari negara-negara lain.

Kerja sama di sektor konstruksi ini turut menjadi salah satu bahasan kunjungan delegasi Namibia ke Indonesia di kantor PT Wijaya Karya (WIKA), Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan kepada delegasi Namibia, WIKA merupakan BUMN yang paling ekpansif melakukan ekspor jasa konstruksi ke luar negeri.

"Keputusan Namibia untuk melibatkan WIKA membangun infrastruktur di sana adalah benar. Dalam hal manajerial, PT WIKA memiliki standar operasi yang bagus, baik dari segi keamanan maupun kualitas, karena salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia," tutur dia dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).

Sementara itu, Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap penjajakan untuk memilih proyek-proyek yang akan dikerjakan. 
 
"Kami pun akan segera mengirim tim ke Namibia untuk menindaklanjuti pertemuan ini untuk mendetailkan proyek-proyek yang ditawarkan oleh negara tersebut," ujar dia.

Selain PT WIKA, BUMN Karya lainnya yang telah mengerjakan proyek di luar negeri yakni PT Waskita Karya, PT PP, PT Brantas Abipraya, PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya. Jumlah ekspor jasa konstruksi Indonesia pada Agustus 2017 tercatat sebesar Rp 568,4 miliar, atau meningkat dibanding ekspor 2016 yang senilai Rp 282 miliar.

Sebelumnya, WIKA telah berkiprah pada pelaksaaan proyek-proyek strategis di negara-negara kawasan ASEAN dalam 2 tahun terakhir, antara lain Limbang Cable Stay Bridge, Malaysia (2018), Maubin Pyapon Road Rehabilitation Project, Myanmar (2017).

WIKA juga cukup ekpasnsif dalam pengeerjaan beberapa proyek di Timor Leste, yangt terdiri dari Construction of New Steel Bridge 100 m, Soibada (2017), Road Rehabilitation JCT A09 Package 1 Municipio de Manatutu (2017), dan Construction of Natar Bora Road Package 1 & 2 (2017).

No comments:

Post a Comment

Pages