Pembangunan Infrastruktur Ngebut Di Darat, Laut, Dan Udara - Anti Isu

Breaking

Saturday, August 25, 2018

Pembangunan Infrastruktur Ngebut Di Darat, Laut, Dan Udara



Kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan dan sarana transportasi udara, laut dan darat menjadi prioritas sejak Jokowi dilantik Presiden RI. Gebrakan Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia, seperti “Sungai Begawan Solo” mengalir hingga jauh.
Pemerintahan Presiden Jokowi akan menggenjot aneka proyek infrastruktur di dalam negeri dalam lima tahun ke depan. Banyak dana tersedia setelah harga bahan bakar minyak (BBM) subdisi dinaikkan, Negara akhirnya bisa menghemat hingga lebih dari Rp 100 triliun dari pengalihan subsidi tersebut. Dana sebesar itu akan digunakan di sektor produktif, salah satunya adalah infrastruktur.
Tak tanggung-tanggung Presiden Joko Widodo menargetkan 567,9 kilometer jalan tol harus sudah beroperasi di penghujung 2017. Ini hampir empat perlima dari total panjang jalan tol di Indonesia, yang dibangun mulai dari jalan bebas hambatan pertama Jagorawi dioperasikan pada 1978 hingga akhir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014.
Tak hanya di darat, untuk mendukung lalu lintas laut, pembangunan pelabuhan pun digenjot. PT Pelindo II kini tengah membangun Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) 2 dan 3. Sedangkan finalisasi skema pendanaan pembangunan Pelabuhan Patimban kini juga sedang dibahas bersama Japan International Cooperation Agency (JICA).
Lalu, bagaimana dengan di udara? Untuk mendukung transportasi udara, Jokowi menetapkan pembangunan dan perbaikan belasan bandara sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Tujuh bandara telah berhasil dirampungkan, yakni Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Juwata di Tarakan, Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Bandara Mutiara di Palu, Bandara Matahora di Wakatobi, Bandara Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan pengembangan Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta (Termasuk Terminal 3).
Urusan transportasi tampaknya memang menjadi program prioritas infrastruktur Jokowi. Isu konektivitas untuk mengurangi ketimpangan Jawa dan Luar Jawa sejak awal didengungkannya.

No comments:

Post a Comment

Pages