Pemerintahan Di Era Jokowi Unggul Di Pembangunan - Anti Isu

Breaking

Saturday, August 25, 2018

Pemerintahan Di Era Jokowi Unggul Di Pembangunan



Komitmen pemerintah membangun infrastuktur sulit untuk dipungkiri. Bahkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai angka 75 %. Kinerja yang dianggap paling menonjol adalah percepatan pembangunan sektor infrastruktur.
Dengan kesungguhan dan anggaran yang tersedia, setiap proyek pembangunan bisa rampung, meski sempat mangkrak puluhan tahun sekalipun. Tengok Jalan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja) sempat mangkrak sejak 1996 namun rampung dan diresmikan Presiden pada akhir tahun Desember 2017. Contoh lain, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang sempat mangkrak 22 tahun lamanya.
Dalam rentang waktu 2015-2017 saja, alokasi dana pemerintah untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp 990 triliun. Rinciannya, Rp 290 triliun pada 2015, Rp 313 triliun pada 2016, dan melonjak menjadi Rp 387 triliun pada 2017. Tahun depan, anggarannya lebih "gila" lagi, mencapai Rp 409 triliun.
Apa yang sudah dibangun dengan uang sebanyak itu?
Pemerintah mengklaim 300 kilometer jalan tol telah terbangun, juga 2.623 kilometer jalan nasional mulai dari Trans-Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur. Ada pula pembangunan jembatan yang mencapai 25.149 meter, 81 pelabuhan, tujuh bandara baru, pembenahan 439 bandara, pembangunan ratusan km rel kereta api, hingga 33 waduk.
Pemerintah mengakui, Rp 990 triliun bukanlah uang yang cukup untuk mengejar ketertinggalan infrastuktur Indonesia dari negara lain. Hingga 2019 mendatang, pembangunan Indonesia membutuhkan setidaknya Rp 4.700 triliun.
Namun, dari total kebutuhan anggaran itu, pemerintah hanya mampu membiayai 33 persen atau sekitar Rp 1.551 triliun saja. Adapun, 25 persennya atau Rp 1.175 triliun berasal BUMN. Sisanya, sebesar 42 persen atau Rp 1.974 triliun didorong berasal dari swasta.

No comments:

Post a Comment

Pages