Amran Sulaiman: "Pemerintah Serius Perangi Mafia Pangan!" - Anti Isu

Breaking

Sunday, October 28, 2018

Amran Sulaiman: "Pemerintah Serius Perangi Mafia Pangan!"

Pemerintah Serius Perangi Mafia Pangan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman meradang saat ditanya wartawan mengenai mafia pangan dalam perekonomian Indonesia. Amran dengan tegas menyatakan bahwa dari sekian pemerintah, hanya pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla (JK) yang paling tegas dan memerangi mafia pangan.

"Apa maksudnya itu, kami pemerintah telah memerangi pelaku mafia dengan tegas. 400 orang pelaku mafia telah dipenjara, 700 pelaku lainnya dalam proses hukum," jelas Amran saat berada di Pabrik PT Agri Makmur Pertiwi, Jalan Kediri Pare. Sabtu, (27/10/2018)

Menurut Amran, Pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla saat ini merupakan pemerintah paling tegas memerangi mafia pangan. Bahkan dalam sejarah pemerintahan, hanya Jokowi-JK yang mengancam para pelaku mafia pangan agar tidak bermain dengan nasib petani dan rakyat kecil.

"Jangan main-main dengan nasib rakyat kecil dan petani, jika anda nekat, bakal berhadapan dengan pemerintahan," imbuh Amran.

Pemerintahan Jokowi-JK tengah fokus memanfaatkan perang dagang (trade war) sebagai peluang ekspor

Setelah melakukan ekspor sejumlah komoditas pertanian ke berbagai negara, kali ini sebanyak tiga komoditas pertanian yaitu benih kangkung, benih jagung manis, dan kacang hijau siap di ekspor kembali.

Benih kangkung diekspor ke China, benih jagung manis ke Hong Kong, dan kacang hijau konsumsi ke China dan Philipina.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Kediri Haryanti, Dirjen Hortikultura Suwandi dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo di Kediri.

Amran dalan keterangan resminya menuturkan, komoditas hortikultura yang diekspor kali ini yakni benih kangkung 140 ton ke China dan benih jagung manis 60 ton ke Hongkong. Sementara komoditas pangan yang diekspor yakni kacang hijau sebanyak 2.200 ton ke China dan Philipina.

"Jenis benih kangkung yang diekspor ini varietas waterconvolvulus A 009, KKP-01, dan KKP-09. Benih jagung manis jenis 1351 dan kacang hijau yang diekspor adalah kacang hijau untuk konsumsi," sebutnya.

Amran menegaskan potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Faktanya, dari data BPS, ekspor pertanian tahun 2017 mencapai Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga berdampak pada surplusnya neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar Rp 214 triliun.

Usai berkunjung di pabrik benih jagung, Amran melanjutkan mengunjungi acara wisuda mahasiswa di Uniska Kediri dan memberikan bantuan berupa hewan ternak unggas serta alat pertanian kepada para wisudawan.

No comments:

Post a Comment

Pages