Banyuwangi Rasakan Dampak Positif Dari Acara Pertemuan IMF - World Bank 2018 - Anti Isu

Breaking

Tuesday, October 16, 2018

Banyuwangi Rasakan Dampak Positif Dari Acara Pertemuan IMF - World Bank 2018

Banyuwangi Rasakan Dampak Positif Dari Acara Pertemuan IMF - World Bank 2018
Dampak ekonomi pertemuan tahunan IMF dan Bank dunia bukan hanya dirasakan langsung oleh masryarakat Bali, tetapi juga dirasakan Kab. Banyuwangi Jawa Timur. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"IMF-WB Annual Meeting bukan semata-mata pertemuan internasional yang memperkuat posisi Indonesia di kancah dunia, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah. Dan itu tak hanya Bali, Banyuwangi juga mendapat berkah ekonominya," ujar Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Minggu.

Anas mengatakan ikut menghadiri penutupan acara itu di Bali, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas pembangunan infrastruktur di Banyuwangi. Pemerintah pusat telah memperbaiki akses ke Kawah Ijen yang memiliki fenomena api biru (blue flame) mendunia, serta akses ke Taman Nasional Alas Purwo yang memiliki Pantai Plengkung (G-Land) dengan ombak selancar yang diklaim terbaik dunia dan padang Sabana Sadengan sebagai habitat banteng. Dana Rp50 miliar dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur itu.

Melalui PT Angkasa Pura II, salah satu badan usaha milik negara, katanya, telah dikucurkan ratusan miliar untuk perluasan apron serta penebalan dan perpanjangan landasan Bandara Banyuwangi.

"Kami tadi sampaikan terima kasih ke Pak Jokowi melalui Menko Kemaritiman Pak Luhut dan Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani, saat bersama-sama menghadiri penutupan acara, IMF-WB," ujar Anas.

Infrastruktur tersebut, ujar Anas, bakal berguna bagi Banyuwangi dalam jangka menengah hingga panjang untuk menggerakkan ekonomi lokal dari pariwisata dan dunia usaha secara umum.

Selain infrastruktur, Banyuwangi mendapat berkah secara langsung dari ajang itu berupa suplai beragam produk kebutuhan untuk para delegasi seluruh dunia.

Selama ini, katanya, UMKM-UMKM Banyuwangi selalu memasok berbagai kebutuhan ke Bali secara rutin, mulai produk pertanian, garmen, sampai suvenir. Dengan adanya pertemuan IMF-WB, pemesanan dari Bali bertambah dibanding biasanya.

Belum lagi, katanya, Banyuwangi juga menjadi hub alias titik penghubung dari berbagai kebutuhan pendukung ajang IMF-WB yang diikuti lebih dari 17.000 delegasi dari seluruh dunia itu. Banyak di antara kebutuhan pendukung, selain dari Banyuwangi, dipasok dari berbagai kota di Jawa, mulai transportasi sampai properti event.

"Dan mayoritas di antaranya berhenti di Banyuwangi satu-dua hari sebelum melanjutkan pengiriman ke Bali. Ini ikut berkontribusi meningkatkan peredaran uang di daerah kami," ujar Anas.

Anas menambahkan, para panitia penunjang dan sejumlah delegasi juga telah merencanakan untuk berlibur di Banyuwangi.

"Dari beberapa komunikasi, yang paling diminati adalah Kawah Ijen serta beristirahat di resor-resor yang ada di kaki Gunung Ijen dan tepi laut Banyuwangi. Tidak hanya delegasi luar negeri, anak-anak muda yang menjadi Duta BUMN di pertemuan itu juga akan berlibur di Banyuwangi," ujarnya.

Selain berkah ekonomi secara langsung, katanya, yang juga tidak kalah penting adalah Banyuwangi ikut dipromosikan ke banyak negara sehinngga meningkatkan "brand value" Banyuwangi.

No comments:

Post a Comment

Pages