Dari Misi Dagang Indonesia Raup USD 10 Miliar - Anti Isu

Breaking

Friday, October 26, 2018

Dari Misi Dagang Indonesia Raup USD 10 Miliar

Dari Misi Dagang Indonesia Raup USD 10 Miliar
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Indonesia mendapatkan 10 miliar dollar AS hasil dari misi dagang yang dilakukan tahun ini. Misi dagang dilakukan untuk memperluas jaringan ekspor produk Indonesia.

Menurut Enggar tiap melakukan kunjungan kerja, Kemendag selalu melibatkan para pengusaha. Nantinya, para pengusaha itu akan melakukan forum bisnis di negara yang dikunjungi.

"Kita melibatkan pengusaha, business forum, one on one business matching. Ini juga promosi dan transaksi ekspor RI juga melibatkan mitra dagang sebelumnya, kita melakukan misi dagang yang kemudian kita dalam perjanjian mendapatkan transaksi10 miliar dollar AS," ujar Enggar dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (23/10/2018). 

Enggar menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan misi dagang ke berbagai negara. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat menggenjot ekspor Indonesia. "Hingga akhir tahun, Kemendag rencananya akan melakukan misi dagang ke China, Arab Saudi, dan Aljazair," kata Enggar.

Adapun rincian hasil misi dagang yang dilakukan Kemendag, yakni mendapat transaksi sebesar 2,16 miliar dollar AS atau setara Rp 32 triliun saat misi dagang ke India pada 22-24 Januari 2018. Lalu, di Pakistan pada 25 -27 Januari 2018 menghasilkan total transaksi sebesar 11,502 juta dollar AS atau setara Rp 174 miliar dan 6,4 miliar dollar AS atau setara Rp 97 triliun.

Selanjutnya, misi dagang yang dilakukan di Selandia Baru, pada 16-19 Maret 2018 menghasilkan total transaksi 9,74 juta dollar AS atau setara Rp 147 miliar. Kemudian, misi dagang ke Bangladesh pada 28-29 April 2018 mendapat total transaksi mencapai 279,19 juta dollar AS atau setara Rp 4,2 miliar.

Di Maroko pada 27-30 Juni 2018 mendapat total transaksi mencapai 13,25 juta dollar AS atau setara Rp 201 miliar. Di Tunisia pada 24 -26 Juni 2018 menghasilkan total transaksi mencapai 2,7 juta dollar AS atau setara Rp 41 miliar. Sementara itu, saat di Amerika Serikat pada 23-27 Juli 2018 menghasilkan transaksi mencapai 1,01 miliar dollar AS atau setara Rp 16,7 triliun.

Adapun di Swiss pada 1-2 Oktober 2018 mendapatkan transaksi mencapai 273 ribu dollar AS atau setara Rp 4,1 miliar. Dan yang terakhir di Spanyol pada 4 Oktober 2018, menghasilkan transaksi mencapai 1,35 juta dollar AS atau setara Rp 20 miliar.

No comments:

Post a Comment

Pages