TGB Sesalkan Pernyataan Tentang Pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem - Anti Isu

Breaking

Monday, November 26, 2018

TGB Sesalkan Pernyataan Tentang Pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem

TGB Sesalkan Pernyataan Tentang Pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyesalkan sikap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang tak mempersoalkan pemindahan kantor kedubes Australia di Israel ke Yerusalem. Sikap itu dinilai mengingkari nilai-nilai kebangsaan Indonesia sebagaimana disebut dalam UUD 1945.

TGB mengingatkan, penjajahan Israel terhadap Palestina merupakan wajah buruk kolonialisme yang masih tersisa. Penjajahan secara telanjang dan brutal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan nalar kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan.

”Secara kemanusiaan, tidak ada seorang pun yang masih memiliki nurani tidak terusik terhadap apa yang puluhan tahun diderita warga Palestina. Tanah mereka dirampas, sumber kehidupan mereka dipotong, bahkan nyawa mereka hilang,” kata TGB.

Dia menjelaskan, dalam konteks kebangsaan, posisi Indonesia terhadap Palestina juga sangat jelas, yakni menentang segala bentuk penjajahan di atas muka bumi seperti termaktub dalam alinea pertama UUD 1945. Seluruh pemerintahan, tanpa terkecuali, menganggap pernyataan itu sebagai garis merah yang tidak boleh dilampaui.

”Tidak ada kompromi terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina,” kata alumnus Al-Azhar, Kairo, Mesir ini. Begitu pun dalam konteks keagamaan, TGB meyakini tidak ada agama membolehkan penganiayaan kolektif berkelanjutan yang sistemik sebagaimana dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Bangsa Indonesia, kata TGB, juga tidak boleh melupakan Palestina melalui Mufti Besar Syekh Muhammad Amin Husaini merupakan salah satu bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA: Sikap Prabowo Soal Pemindahan Kedubes Australia Ahistoris

Dengan berbagai fakta itu, TGB pun meyayangkan pernyataan Prabowo yang menganggap rencana Australia untuk memindahkan kantor kedutaan besar mereka di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan kedaulatan negara tersebut dan harus dihormati.

”Pernyataan itu menafikkan jalinan sejarah perjuangan Palestina yang berkelindan dengan perjuangan bangsa kita. Ini bukan sekedar masalah kedaulatan suatu negara sahabat, tetapi ini isu kebangsaan dan keumatan yang selalu menjadi perhatian kita sebagai bangsa,” kata TGB.

Dia menegaskan, tidak boleh ada pernyatan yang secara langsung maupun tidak langsung melegalkan kondisi di Palestina. Apapun, pernyataan tersebut tidak boleh melemahkan semangat kita untuk memperjuangan hak masyarakat Palestina untuk merdeka.

”Pertanggungjawaban kita adalah kepada Allah SWT Sang Pencipta, kepada diri kita sebagai manusia yang merdeka, sebagai bangsa dan kepada sejarah,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Pages