Bank Wakaf Mikro Telah Bantu Tingkatkan Pertumbuhan UMKM - Anti Isu

Breaking

Thursday, December 20, 2018

Bank Wakaf Mikro Telah Bantu Tingkatkan Pertumbuhan UMKM

Bank Wakaf Mikro Telah Bantu Tingkatkan Pertumbuhan UMKM
Cawapres Sandiaga janjikan UMKM jadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja. Program tersebut sejatinya sudah dilaksanakan Jokowi saat ini melalui program Bank Wakaf Mikro khususnya di lingkungan pesantren.

Jokowi pun mengungkapkan alasannya mendirikan bank wakaf mikro di pondok pesantren. Menurut dia, pemerintah ingin mengembangkan ekonomi umat. Pasalnya, problem yang kerap ditemui pelaku UKM ialah sulitnya mendapat akses permodalan.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan hingga November 2018 Bank Wakaf Mikro telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 9,72 miliar.

"Terdapat 38 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang telah menyalurkan pembiayaan kepada 8.373 orang nasabah, dengan total pembiayaan sebesar Rp9,72 miliar," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dikutip dari Antara, Rabu (19/12/2018).

OJK akan terus memperluas penyediaan akses keuangan bagi para pelaku usaha mikro kecil yang belum terjangkau akses keuangan formal melalui pembentukan Bank Wakaf Mikro atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah di berbagai daerah.

"Alhamdulillah pekan lalu proses pengesahan izin usaha juga telah selesai dilakukan untuk tiga Bank Wakaf Mikro di Bogor, Banyuwangi, dan Jayapura, sehingga per hari ini sudah terdapat 41 Bank Wakaf Mikro yang telah berdiri," kata Wimboh.

Untuk diketahui, kemarin diresmikan Bank Wakaf Mikro di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Peresmian dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam peresmian ini sekaligus tiga Bank Wakaf Mikro di Kabupaten Jombang yaitu Bank Wakaf Mikro di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, dan Pesantren Tebuireng Jombang.

Wimboh melanjutkan, OJK terus mengembangkan pola inovasi baru untuk pengembangan program Bank Wakaf Mikro, di antaranya melalui penyaluran pembiayaan pola klaster yang saat ini telah sukses diterapkan di kelompok atau klaster batik di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Besar harapan kami inovasi pola pembiayaan baru ini dapat juga berhasil diterapkan di klaster UMKM di Kabupaten Jombang yang terkenal sebagai penghasil keripik samiler," katanya.



No comments:

Post a Comment

Pages