Begini 5 Aksi Kepedulian Presiden Jokowi pada Air Bersih di Indonesia - Anti Isu

Breaking

Tuesday, December 18, 2018

Begini 5 Aksi Kepedulian Presiden Jokowi pada Air Bersih di Indonesia

Ingat Ketersediaan Air Bersih, Ingat Jokowi
Ketersediaan air bersih dapat dibilang menjadi salah satu perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama menjabat. Tercatat, beberapa program air bersih sudah dijalankan pemerintahan Jokowi-JK selama 3,5 tahun ini.

Mulai dari ketersediaan air untuk pertanian, keseharian hingga listrik. Sinergitas antarkementerian pun dikerahkan untuk bisa menjaga ketahanan air bersih di Indonesia.
Berikut infonawacita.com merangkum 5 kepedulian Presiden Jokowi terhadap air bersih di Indonesia.

1. Bersihkan Sungai Citarum

Baru-baru ini masyarakat di pinggiran Sungai Citarum bisa bernapas lega. Hal ini lantaran selama bertahun-tahun sungainya dikotori oleh limbah industri, Presiden Jokowi pada Kamis (22/2/2018) turun langsung untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ia pun langsung mengerahkan menteri-menterinya untuk bersinergi atasi pencemaran Sungai Citarum.

“Pemerintah sudah menghitung waktu untuk merevitalisasi DAS Citarum yakni membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun dari sekarang. Sudah kita hitung dari hulu, tengah, dan hilirnya akan bisa selesai Insya Allah dalam tujuh tahun,” kata Presiden saat melakukan penanaman di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

2. Bendungan

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat, salah satunya untuk meninjau Bendungan Jatigede yang berada di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016). Bendungan Jatigede yang akan dimanfaatkan untuk irigasi, sarana penyedia air baku, dan PLTA tersebut direncanakan beroperasi pada Januari 2017.

Presiden Jokowi yakin kunci ketahanan pangan ialah terletak di air bersih. Menurutnya Indonesia yang negara tropis seharusnya bisa memanfaatkan air hujan dengan lebih baik.

Sejak awal menjabat ia pun memprioritaskan pembangunan bendungan di seluruh Indonesia. Mulai dari bendungan besar hingga embung-embung yang mengairi persawahan. Ditargetkan hingga tahun 2019 nanti akan terbangun 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru.

3. Bangun Sumur Bor di daerah kekeringan

Menteri Ignasius Jonan berharap agar pemda dan masyarakat dapat memelihara dan mengembangkan pemanfaatan sumur bor beserta fasilitasnya. (foto: Kementerian ESDM)

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Rida Mulyana menjelaskan jika hanya dalam waktu 3 pemerintahan Jokowi-JK sudah membuat 751 sumur bor air bersih di seluruh Indonesia. Jumlah ini cukup signifikan dibandingkan perkembangannya 10 tahun lalu. Dulu setiap tahun pembangunan sumur bor tiap tahunnya kurang dari 125, tapi memasuki pemerintahan Jokowi-JK targetnya selalu naik setiap tahun.

“Ini hanya 3 tahun saja 751 sumur bor, kalo dulu jumlah itu sama saja dengan capaian selama 7 tahun kerja,” kata Rida saat memaparkan capaian 3 tahun Badan Geologi Kementerian ESDM di Gedung Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi di Jakarta, Jumat (27/10).

4. Atasi Masalah Kekeringan di NTT

Presiden Jokowi membangun banyak bendungan di NTT sejak menjabat. Baginya, masalah utama di NTT adalah ketersediaan air bersih. “Kuncinya di NTT hanya itu, air. Kalau ada air, saya kira urusan kebun, sawah, yang lain-lainnya, termasuk air baku, itu terselesaikan,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip Kompas.com pada (9/1/2018).

Saat ini sudah ada 1.100 bendungan di NTT, meski demikian menurut Kepala Negara jumlah tersebut masih kurang. Oleh karenanya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun 74 embung pada 2017, khususnya di Kabupaten Rote Ndao.

Tidak hanya di Rote, di daerah lainnya di NTT, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun 24 embung.

5. Program 100 persen pelayanan Sanitasi dan Air Bersih

Menteri Koordinator PMK Puan Maharani resmikan Pengolahan Sanitasi dan Penyedia Air di Sumatera Utara pada 27 Januari 2018.

Melalui program pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Skala Ibu kota Kecamatan (IKK) pemerintah atasi kekurangan air bersih di tingkat kecamatan.

Pada tahun 2017, telah terealisasi 115 unit IPLT, 17.000 liter/detik SPAM, dan LLTT di 18 kabupaten/kota. Di tahun 2018 ditargetkan untuk mencapai 28 unit IPLT, 3.435 liter/detik SPAM, dan LLTT di 10 kabupaten/kota.

No comments:

Post a Comment

Pages