Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Percepat Rekonstruksi di 4 Daerah Bencana - Anti Isu

Breaking

Tuesday, January 15, 2019

Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Percepat Rekonstruksi di 4 Daerah Bencana

Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Percepat Rekonstruksi di 4 Daerah Bencana
Presiden Jokowi meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah-daerah terdampak bencana. Jokowi ingin agar rekonstruksi daerah terdampak bencana dikawal secara serius hingga tuntas.

Wilayah-wilayah yang terdampak bencana di antaranya, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diguncang gempa; Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah yang diguncang gempa dan tsunami; serta wilayah pesisir barat Banten dan selatan Lampung yang diterjang tsunami.

"Terutama yang di NTB, kemudian berlanjut ke Sulteng dan Lampung dan Banten," kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan topik 'Peningkatan Kesiagaan Menghadapi Bencana' di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Selain itu, Jokowi meminta edukasi kebencanaan kepada masyarakat dapat dimulai pada akhir bulan ini. Dia menginginkan agar pengetahuan tentang kebencanaan di tingkatkan di semua daerah, terutama di daerah-daerah rawan bencana.

"Saya ingin agar di akhir bulan ini bisa dimulai baik di Kemendikbud, juga di masyarakat dan saya ingin ini terus digerakkan semua daerah terutama di daerah-daerah rawan bencana," ujar Jokowi.

Sebelumnya, bencana melanda wilayah Indonesia terjadi hampir bersamaan sepanjang 2018 lalu. Beberapa PR yang menanti Kepala BNPB baru Letjen Doni Monardo itu di antaranya tsunami Selat Sunda dan longsor melanda wilayah Sukabumi menjelang akhir 2018. Relokasi dan penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB dan Sulawesi Tengah.

Terlebih BNPB memprediksi di tahun 2019 akan banyak bencana yang melanda Indonesia. Bencana itu jenis hidrometerologi akan mendominasi di tahun 2019. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dominasi bencana hidrometerologi diakibatkan karena masih luasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS) dan lahan kritis.

No comments:

Post a Comment

Pages