Sri Mulyani: Kenaikan Dana PKH Bukan Karena Pemilu - Anti Isu

Breaking

Wednesday, January 9, 2019

Sri Mulyani: Kenaikan Dana PKH Bukan Karena Pemilu

Sri Mulyani: Kenaikan Dana PKH Bukan Karena Pemilu
Pemerintah Jokowi-JK menaikkan alokasi dana Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi Rp 38 triliun pada 2019. Alokasi ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan alokasi anggaran dalam APBN 2018 sebesar Rp 19 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan alokasi ini bukan karena menjelang tahun politik. Namun, lebih kepada penyesuaian setelah enam tahun terakhir tidak dilakukan perubahan.

"Ini Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 2019, 10 juta keluarga anggaran dinaikkan 2 kali lipat. Ini bukan soal pemilu, tapi sejak 2012 memang belum di-adjust dengan inflasi," ujar Sri di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Pembangunan manusia melalui pemberian PKH merupakan salah satu upaya pemerintah menekan angka kemiskinan. Selain melalui PKH, dalam hal pembangunan manusia pemerintah juga mengalokasikan dana Rp 500 triliun untuk pendidikan.

"Untuk pendidikan hampir Rp 500 triliun sendiri hanya untuk pendidikan, tapi yang eksekusi itu di berbagai institusi dan pemda. Jadi, ini bukan hanya masalah uang, tapi koordinasi antara pusat dan daerah serta kementerian," tutur dia.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya juga meningkatkan anggaran kesehatan, yang akan digunakan untuk peningkatan pendidikan kesehatan dalam Pendidikan Anak Umur Dasar (Paud) dan peningkatan kualitas BPJS Kesehatan Nasional.

"Kalau kesehatan, walau kita membuat sekolah bagus kalau anak stunting, ya sulit. Oleh karena itu, kita perlu untuk mengatasi stunting. Kita melakukan anggaran sampai Rp 126 triliun dan tahun lalu Rp 105 triliun," ujar dia.

No comments:

Post a Comment

Pages