Jokowi Beli Beras Merah Organik Yang Dijual Oleh UMKM di Ngawi - Anti Isu

Breaking

Sunday, February 3, 2019

Jokowi Beli Beras Merah Organik Yang Dijual Oleh UMKM di Ngawi

Jokowi Beli Beras Merah Organik Yang Dijual Oleh UMKM di Ngawi
Presiden Joko Widodo mengunjungi Benteng Van den Bosch atau Benteng Pendem di Ngawi, Jawa Timur. Selain minum kopi, Jokowi juga mampir ke lapak UMKM yang digelar di dalam benteng.

Adapun produk yang dijual di antaranya batik, kopi, dan beras merah. Jokowi pun membeli beras merah organik dan beras singkong yang masing-masing seharga Rp 27 ribu dan Rp 75 ribu.

"Tadi juga ada beras merah putih organik. Mahal memang, Rp 27.000 per kilo. Ada lagi yang lebih mahal, Rp 75.000, tadi beras singkong. Lebih mahal lagi," kata Jokowi di lokasi, Jumat (1/2/2019).

Kendati mahal, Jokowi mengatakan beras organik tersebut bebas glukosa. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut beras merah organik baik untuk kesehatan.

"Saya beli semua tadi, saya mau coba," ucap Jokowi.

Di Ngawi, Jokowi juga ngopi bersama Menteri Sekretatis Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Jokowi mengaku sangat menikmanti kopi yang seharga Rp 8.000 itu.

"Tadi saya melihat ada kopi yang enak sekali. Saya lupa tadi harganya berapa, tapi saya kira murah. Itu kalau di daerah murah-murah, enak-enak. Habis," ujar dia.

Jokowi juga sempat meninjau benteng yang didirikan sejak 1839 itu. Dia pun meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera merevitalisasi Benteng Van den Bosch atau Pandem di Ngawi Jawa Timur.

Mantan Gubernur DKI Jakarta mengatakan benteng tersebut merupakan warisan pusaka yang harus dijaga dan dipelihara. Sehingga, harus segera direvitalisasi tahun ini.

"Kita melihat karena tahun ini akan segera kita restorasi sehingga peninggalan-peninggalan ini harus kita rawat. Warisan pusaka seperti ini, heritage seperti ini, memang harus dijaga dan dipelihara," jelasnya.

Jokowi menyebut revitalisasi Banteng Pandem ini ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Sebab, kata dia, ada kaidah-kaidah keperbukalaan yang harus diikuti untuk merevitalisasi bangunan bersejerah.

No comments:

Post a Comment

Pages