Jusuf Kalla: Jokowi Tidak Mungkin Otoriter dan Nepotisme - Anti Isu

Breaking

Monday, February 25, 2019

Jusuf Kalla: Jokowi Tidak Mungkin Otoriter dan Nepotisme

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, suatu negara akan hancur jika memiliki ciri yang otoriter dan nepotisme. Tetapi, JK bersyukur Indonesia tidak ada kedua ciri tersebut. Sebab, dia menjelaskan, semasa 4 tahun menjabat bersama Presiden Joko Widodo, segala sesuatu dirapatkan terlebih dahulu.

"Jadi Insyaallah, negeri ini akan aman apabila ini pemerintahan berlanjut tanpa dengan tadi ciri-ciri. Apabila ada ciri-ciri yang ingin nepotisme dan dengan otoriter itu awal kebangkrutan suatu suatu negara," kata JK di hadapan para peserta forum silaturahim gawagis nusantara di Surabaya, Jawa timur, Sabtu (23/2).

10

Dia menceritakan selama bersama Jokowi tidak pernah berbicara pribadi terkait proyek. Artinya, kata JK, pemerintahannya dilakukan secara demokratis. Tidak ada kepentingan satu sama lain.

"Kita tahu semua, anaknya tidak ada yang bekerja untuk katakanlah proyek-proyek pemerintah. Yang satu bicara tentang berdagang pisang, yang satu berusaha di bidang martabak. Berbeda dengan zaman dahulu, punya proyek ini, punya proyek itu. Beliau tidak," kata JK.

Dia pun bersyukur Indonesia tidak seperti Venezuela yang otoriter, korupsi dan nepotisme. Sebab apapun itu, kata JK, selalu diputuskan bersama-sama.

"Kita Alhamdullilah, kita tidak selalu bicara otoriter karena segala selalu harus dirapatkan terlebih dahulu," kata JK.

Dia menjelaskan Venezuela dulu sangat kaya tetapi memiliki pemerintahan yang otoriter dan nepotisme membuat inflasi 1,5 juta pertahun. Ingin membeli roti pun, kata JK, dibutuhkan uang satu karung.

"Seperti itu, kita maksimal di waktu krisis 70 persen. Ini satu juta persen. Inilah yang menggambarkan bahwa Insyaallah kita akan mengalami situasi yang lebih baik. Apabila kita konsekuen untuk memilih pemimpin yang tidak otoriter dan tidak nepotisme," ungkap JK.

Hal itu, kata JK, yang menjadi pegangan Indonesia. Dan tidak akan terulang seperti zaman presiden ke-2 RI Soeharto.

"Itu yang menjadi pegangan kita semua, sebagai contoh dari pada bagaimana Pak Harto jatuh. Akibat hal-hal tersebut," ungkap JK.

No comments:

Post a Comment

Pages