Selisih 11,8% di Survei, TKN Jokowi Yakin Pertebal Kemenangan dengan Prabowo - Anti Isu

Breaking

Thursday, March 21, 2019

Selisih 11,8% di Survei, TKN Jokowi Yakin Pertebal Kemenangan dengan Prabowo

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin berbicara mengenai hasil survei sejumlah lembaga, termasuk Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas Jokowi dan Prabowo Subianto cenderung stagnan. TKN Jokowi menyebut kini dinamika politik ditentukan undecided voters.

"Berbagai survei yang dilakukan oleh lembaga survei nasional yang kredibel, seperti Indikator Indonesia, SMRC, LSI, Populi, Charta Politika, Polmark, Litbang Kompas, Roy Morgan, dan lain-lain, menggambarkan tercapainya situasi 'steady state' dengan tren cenderung flat," ujar Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/3/2019).



Hasto mengatakan tren elektabilitas Jokowi dan Prabowo yang cenderung stagnan di sejumlah lembaga survei karena tingginya intensitas kampanye tiap kandidat. Hasto meyakini peluang Prabowo mengejar elektabilitas Jokowi kian sulit.

"Kampanye yang panjang menjadikan die-hard kedua paslon 01 dan 02 mencapai kondisi maksimum. Dinamika politik ditentukan gerak pemilih mengambang dan pemilih yang belum mengambil keputusan dengan jumlah yang kian mengecil dan sulit mengejar selisih Jokowi-KH Maruf Amin yang berada antara 13,5% hingga 26% di atas Prabowo-Sandi," kata Hasto.

Hasto juga menyinggung hasil survei Litbang Kompas, di mana elektabilitas Jokowi mencapai 49,2% dan Prabowo 37,4%. Hasto mengatakan, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan mempertebal selisih kemenangan dengan Prabowo.

"Hasil survei terakhir Litbang Kompas juga menunjukkan hal yang tidak jauh berbeda. Perkiraan hasil mencapai 56,8% untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin dibanding Prabowo-Sandi 43,2% sebagai gambaran pematangan maksimum pendukung die-hard masing-masing paslon. Seluruh parpol Koalisi Indonesia Kerja pasca-konsolidasi dengan para kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pimpinan DPRD, semakin memperkuat gerak teritorial guna mempertebal selisih kemenangan bagi Jokowi-KH Maruf Amin," ujarnya.

Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019, sebulan sebelum hari pencoblosan. Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden, yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2% dengan tingkat kepercayaan 95%.

No comments:

Post a Comment

Pages